liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jangan Anggap Remeh, Kenali dan Deteksi Kanker Ovarium dengan Kampanye 10 Jari

Jangan Anggap Remeh, Kenali dan Deteksi Kanker Ovarium dengan Kampanye 10 Jari

1 minute, 32 seconds Read

JAKARTA, iNews.id – Kanker ovarium disebut penyakit tidak menular (PTM), namun dapat menyebabkan kematian pada wanita. Minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit ini menjadi penyebab mengapa wanita tidak mengetahui gejala kanker ovarium.

Mempertimbangkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Cancer Information & Support Center bersama Shahnaz Haque dan AstraZeneca meluncurkan Kampanye 10 Jari untuk mengidentifikasi faktor risiko dan deteksi dini kanker ovarium. Apa itu 10 jari?

Angka “10” yang tercantum dalam “Kampanye 10 Jari” merupakan salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat tentang enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Kemudian keenam faktor risiko tersebut adalah:

(1) Memiliki riwayat kista endometrium, (2) memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara, (3) mutasi genetik (misalnya BRCA), (4) paritas rendah; (5) gaya hidup yang buruk, (6) dan bertambahnya usia.

Sedangkan empat tanda kanker ovarium adalah (1) perut kembung, (2) nafsu makan berkurang, (3) sering buang air kecil, (4) nyeri panggul atau perut, meski umumnya kanker ovarium tidak disertai gejala pada stadium awal.

“Indonesia mengalami peningkatan beban akibat penyakit tidak menular (PTM). Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi PTM, jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi. Kanker meningkat dari 1,4 persen (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 persen (Riskesdas 2018), sedangkan kanker ovarium menempati urutan ke-3 dari segi kejadian dan kematian,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Eva Susanti, S.Kp.,M.Kes baru-baru ini,

Karena gejala atau tanda kanker ovarium sangat bervariasi dan sulit diprediksi secara pasti (Complicated). Onkologi dr. Oni menganjurkan pikiran waspada dan skrining dini lebih baik.

“Jadi tanda-tandanya rumit ya, karena bisa sakit banget (perut), jadi hati-hati. Harus ada pertolongan dari dokter spesialis, apakah gejala tersebut mengarah ke kanker ovarium yang gejalanya seperti yang disebutkan tadi,” kata ahli onkologi. , dr. Oni Khonsa, Sp.OG, Subsp. Onk in the 10 Fingers I Wish I Know Campaign Press Briefing: Apa yang Ingin Diketahui Dokter, Pasien, Penyintas, dan Pengasuh secara online, Sabtu (3/12/2022)

Editor: Elvira Anna

Bagikan Artikel:

Similar Posts