liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tampil di I Fashion Festival & The Masterpiece 2022, Laely Indah Lestari Angkat Kain Tenun Sumba

Tampil di I Fashion Festival & The Masterpiece 2022, Laely Indah Lestari Angkat Kain Tenun Sumba

1 minute, 0 seconds Read

JAKARTA, iNews.id – Acara tahunan I Fashion Festival & The Masterpiece kembali digelar pada Selasa (13/12/2022) di Studio RCTI+ Kebon Jeruk, Jakarta Barat. I Fashion Festival tahun ini bertema ‘Indonesian Colours’.

Dalam penyelenggaraannya yang ke-11 kali ini, ajang tersebut menghadirkan koleksi enam desainer Indonesia. Salah satunya adalah Laely Indah Lestari yang memiliki koleksi bernama Laelyind.

Desainer Laely mengungkapkan koleksinya kali ini menggunakan kain Tenun Sumba sebagai bahan utamanya.

“Tenun Sumba penuh filosofi, saya pakai motif bunga patola karena sesuai dengan tema kali ini yaitu taman,” kata Laely kepada MNC Portal saat ditemui di Studio RCTI+ Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (13/12/2022). ). .

Laely menambahkan, koleksinya terinspirasi dari daerah Sumba yang indah. “Saya berkeliling nusantara untuk belajar budaya Indonesia. Di Sumba, saya menemukan inspirasi besar yaitu mempelajari literatur tenun Sumba dan terinspirasi untuk membuatnya dalam bentuk fashion,” ujarnya.

Dalam koleksinya sendiri terdiri dari kombinasi outerwear, dress dan celana. “Baju ini bisa digunakan untuk semi formal dan formal. Bajunya di-mix and match jadi satu kesatuan biar kelihatan lebih stylish,” ujarnya.

Pakaiannya sendiri, lanjutnya, menggunakan bahan tenun Sumba, renda, dan katun. Kemudian untuk warna, gunakan warna tanah yang berwarna-warni.

“Proses pembuatan busana untuk Fashion Festival I memakan waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.

Editor: Siska Permata Sari

Bagikan Artikel:

Similar Posts