liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Waspada Anemia pada Anak Merusak Daya Tahan Tubuh, Begini Cara Mengatasinya 

Waspada Anemia pada Anak Merusak Daya Tahan Tubuh, Begini Cara Mengatasinya 

1 minute, 18 seconds Read

JAKARTA, iNews.id – Anemia bisa terjadi pada siapa saja, pria maupun wanita. Bahkan, anemia juga bisa menyerang anak yang masih dalam tahap awal. Akibatnya, anak akan sulit berkonsentrasi dan mengganggu fungsi kognitif tubuhnya.

Pakar kesehatan mengatakan anemia pada anak sangat berbahaya dan mempengaruhi hampir semua organ dalam tubuh anak, pada daya tahan tubuh anak, dan daya tahan tubuh anak juga menurun. Efek selanjutnya juga berupa gangguan pada fungsi kognitif atau kecerdasan anak.

Keadaan ini dinilai mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani, karena kekurangan zat besi akan menghambat perkembangan anak-anak sebagai generasi emas Indonesia secara optimal. Jadi bagaimana Anda menghadapinya?

Melihat besarnya risiko anemia pada anak, Noor Rohmah Mayasari, Ph.D – Program Studi Gizi Universitas Negeri Surabaya dalam webinar Peran Umami dalam Pencegahan Hipertensi dan Perbaikan Gizi Terkait Anemia, memberikan solusi pencegahan anemia pada anak . Ia mengatakan peran penting umami dalam perbaikan gizi berkaitan dengan anemia. Salah satu mineral yang menjadi masalah utama di Indonesia adalah zat besi yang merupakan salah satu penyebab anemia.

“Untuk membantu mengurangi risiko anemia, terutama bagi ibu dan anak, usahakan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang. Perbanyak asupan makanan yang mengandung zat besi, folat, B12 dan vitamin C atau konsumsi suplemen makanan, hindari asupan makanan yang mengandung zat penghambat zat besi, serta tingkatkan pengetahuan dan sikap terkait pengetahuan gizi,” ujar Noor Rohmah Mayasari.

Jika merujuk pada pola makan, angka kejadian anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Anemia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal, sering dikenal dengan penyakit kekurangan sel darah merah.

Editor: Elvira Anna

Bagikan Artikel:

Similar Posts