liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Waspada Demam Berdarah, Moms! Yuk, Pahami Gejala dan Pencegahannya

Waspada Demam Berdarah, Moms! Yuk, Pahami Gejala dan Pencegahannya

2 minutes, 27 seconds Read

JAKARTA, iNews.id – Di musim penghujan ini, para ibu perlu mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) karena bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Nah, tahukah Anda bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus dengue oleh nyamuk Aedes aegypti ini paling sering menyerang anak-anak dan balita.

Berdasarkan catatan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) hingga minggu ke-36 tahun 2022, jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD yang dilaporkan sebanyak 87.501 kasus (IR 31,38/100.000 penduduk) dan 816 kematian (CFR). 0,93 persen).

“Secara umum terjadi peningkatan kasus DBD. Kasus terbanyak terjadi pada kelompok umur 14-44 tahun sebesar 38,96 persen dan 5-14 tahun sebesar 35,61 persen,” ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu.

Dirjen Maxi mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pengendalian dan pencegahan secara besar-besaran dan serentak dengan melibatkan semua pihak baik di pusat maupun daerah.

Oleh karena itu, ibu sebaiknya memahami gejala dan cara pencegahan demam berdarah. Demam berdarah merupakan infeksi virus yang melemahkan tubuh seseorang dan menimbulkan beberapa gejala, salah satunya adalah demam tinggi.

Pada awalnya DBD seringkali tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun, apalagi jika anak belum pernah mengalami demam berdarah sebelumnya.

Gejala DBD ringan seperti demam tanpa gejala penyakit lain, pusing, nyeri pada tulang, otot dan persendian. Gejala ini biasanya muncul empat hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk, sedangkan gejala lain yang mungkin muncul adalah bercak merah atau ruam di sekujur tubuh.

Hal ini karena virus dengue menyerang sistem pembekuan darah di dalam tubuh, sedangkan untuk gejala DBD berat terjadi gejala yang sama seperti DBD ringan, mimisan dan muntah darah kehitaman karena pembuluh darah bocor, serta penurunan jumlah yang drastis. . dari trombosit.

Jika Bunda menemukan gejala tersebut, terutama pada anak-anak, sebaiknya segera periksakan ke dokter ya. Perlu diketahui bahwa nyamuk Aedes aegypti tidak suka bersarang di air yang kotor. Nyamuk ini lebih suka bersarang di air bersih dan membiarkannya menggenang.

Upaya pencegahan DBD sangat penting Moms. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Kuras air yang tergenang, tutup dan tiriskan tempat penampungan air bersih, dan tanami barang-barang bekas agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

2. Pasang kasa nyamuk di setiap jendela atau ventilasi udara agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.

3. Menambahkan kelambu pada tempat tidur si kecil untuk menghindari nyamuk saat tidur.

4. Saat musim hujan, pastikan ibu dan anak selalu menggunakan baju lengan panjang atau celana panjang meskipun berada di dalam ruangan untuk menghindari gigitan nyamuk.

5. Jangan biarkan pakaian menumpuk atau digantung terlalu lama karena bisa menjadi tempat favorit nyamuk untuk menyerang.

6. Gunakan obat nyamuk untuk membunuh nyamuk terutama yang efektif seperti HIT Aerosol yang terbukti langsung membunuh nyamuk terutama penyebab demam berdarah. Selain itu mudah didapatkan di mini market atau toko terdekat dengan harga hemat harian.

HIT sangat efektif membunuh nyamuk penyebab DBD dengan segera. (Foto: HIT doc)

Ingat Moms, satu gigitan nyamuk bisa menyebabkan anak dan anggota keluarga lainnya terkena DBD yang bisa mengancam jiwa. Jadi, lakukan yang terbaik untuk melindungi keluarga Anda dari ancaman DBD.

Editor: Rizqa Leony Putri

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel:

Similar Posts